Seperti diberitakan Telegraph, Selasa 13 Maret 2012, insiden ini dimulai saat delegasi Korut, So Se-pyong, membantah laporan PBB soal buruknya catatan HAM di negaranya. Dia mengatakan, "Menolak interpretasi tidak berdasar tersebut, yang dibuat-buat oleh musuh negara."
Dia juga mempertanyakan laporan staf HAM PBB, Marzuki Darusman, soal pelanggaran di Korut. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa antara September 2011 dan Januari 2012, hak-hak warga sipil Korut semakin tergerus.
Saat So mengajukan protes, empat delegasi Korsel yang dipimpin oleh Kim Hyung-oh, meneriakkan kata-kata, "Jangan tekan pembelot" dan "Jangan minta China repatriasi pembelot," dikutip dari laman Yonhap.
So memilih hengkang dari ruang rapat, kedua pihak lalu terlibat bentrok. Dalam rekaman, beberapa tinju sempat melayang, sebelum akhirnya dipisahkan petugas keamanan. Akibat peristiwa ini, rapat Dewan HAM PBB yang diikuti 500 delegasi sempat tertunda beberapa menit.
Sejak tahun 80an, sudah puluhan ribu orang memilih hengkang dari Korea Utara ke beberapa negara tetangga. Di antara tujuan favorit adalah China, Korsel, Jepang, Filipina dan Rusia. Oleh pemerintahan Kim Jong-il kala itu, para pembelot ini dianggap pengkhianat.
Berkat kedekatan antara Korut dan China, beberapa pembelot berhasil direpatriasi. Jika sudah kembali ke negaranya, mereka akan menjalani hukuman penjara, atau bahkan dihukum mati.
Korea utara sama selatan kayanya ga akan pernah akur ya?
BalasHapus*just info
Ingin melihat info pariwisata bandung terlengkap?
Klik www.bandungreview.com
Twitter @bandungreview
Facebook http://www.facebook.com/pages/bandungreviewcom/140355450008