Jakarta - Tersangka suap Wisma Atlet Angelina Sondakh yang juga politikus Partai Demokrat secara konsisten membantah terlibat dalam kasus skandal Sea Games ke-26 itu. Angelina justru merasa dikhinati dan dikorbankan. Siapa yang akan disasar dalam nyanyiannya?
Kamis, 15 April 2010 malam di Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, tampak Adjie Massaid dan Angelina Sondakh cukup sibuk. Malam itu merupakan deklarasi pencalonan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Adjie terlihat memegang Handy Talkie sebagai alat komunikasi dengan sesama panitia deklarasi. Dia juga tampak mengawal saat Anas bersama istri memasuki ballrooom Hotel Sultan, Jakarta yang diisi sekitar 1.000 orang pendukung Anas.
Angie, demikian Angelina kerap disapa, yang saat itu belum lama dianugerahi putera pertamanya, pulang larut malam hingga acara deklarasi usai. Pasangan politisi Partai Demokrat itu memang menjadi tim inti pemenangan pencalonan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Atas jerih payah dan loyalitas keduanya, saat Anas memenangi pertarungan Kongres Partai Demokrat, Adjie Massaid diganjar sebagai Ketua Departemen Pekerjaan Umum DPP Partai Demokrat. Sedangkan Angie, didapuk sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat.
Peristiwa itu tampaknya hanya akan menjadi sejarah bagi Angie dalam puncak karir politiknya. Kini, dia justru menjadi tersangka dalam kasus yang dikait-kaitkan dengan para petinggi Partai Demokrat. Seperti Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, yang telah menjadi terdakwa dalam kasus ini, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, serta Mirwan Amir.
Jika merujuk berbagai pernyataan Angie terkait kasus yang dituduhkan kepada dirinya, dia mengaku dikhianati teman politiknya dalam perkara ini. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan 100 hari meninggalnya Adjie Massaid pada 15 Mei 2011. "Saya kehilangan teman politik yang tidak pernah berkhianat," kata Anggie.
Seperti mengulang pernyataan tahun lalu, sesaat setelah dijadikan sebagai tersangka oleh Komisi Pembetantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (3/2/2012) siang lalu, Angie kembali menyebutkan saat ini bisa menilai mana sahabat sesungguhnya dan yang pura-pura. "Sekarang saya bisa menilai mana sahabat sesungguhnya dan mana yang pura-pura baik," kata Angie yang disampaikan melalui sahabatnya Kahfi Siregar.
Seolah bermaksud untuk penegasan pernyataan sebelum-sebelumnya, melalui akun twitter milikinya, Angie memposting tentang kondisi yang terjadi saat ini pada dirinya. Menurut dia, penetapan tersangka bukanlah akhir namun justru permulaan. Dia menyebut, politik penuh dengan intrik yang tidak pernah fair. "This is not the end, Its just the begining. Politics never fair play," tulis Angie.
Seperti pengakuan rekan separtainya Ruhut Poltak Sitompul, tak lama sebelum penetapan Angie sebagai tersangka oleh KPK, Kamis (2/2/2012) Angie menghubungi dirinya untuk menyampaikan curahan hatinya terkait persoalan yang mendera.
Pilihan curhat Angie kepada Ruhut juga menarik dicermati. Ruhut yang semula bersama Angie sebagai tim sukses sekaligus tim inti Anas Urbaningrum, justru meminta Anas mundur dari posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Situasi ini seperti menggenapkan asumsi dan rumor yang belakangan santer beredar di publik. Diktum bila Angie menjadi tersangka maka posisi Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng juga terancam seolah menemukan pembenarannya. Akankah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng akan menjadi materi nyanyian Angie kelak? Kita lihat saja perkembangan kasus ini.
Apalagi, Ketua KPK Abraham Samad secara tegas tidak akan berhenti pada penetapan Angie sebagai tersangka. "Tidak ada yang kebal hukum baik penguasa, pengusaha, maupun ketua partai," tandas Abraham.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar